Agen Bola Allardyce Tidak Ada Ruang Rencana Jangka Panjang

Allardyce Tidak Ada Ruang Untuk Rencana Jangka Panjang

Allardyce Tidak Ada Ruang Untuk Rencana Jangka Panjang

Agen Bola – Bos West Ham, Sam Allardyce, mengaku prihatin dengan semakin ditinggalkannya sistem dan pengembangan dalam olahraga sepakbola yang membutuhkan rencana jangka panjang. Pernyataan itu ia ungkapkan menyusul pemecatan Paolo Di Canio oleh Sunderland pekan lalu. Pelatih asal Italia itu secara resmi dicopot dari jabatannya sebagai pelatih utama the Black Cats di hari Minggu setelah baru menangani tim selama 13 pertandingan semenjak ia ditunjuk di bulan Maret. Manajemen Sunderland beranggapan bahwa Di Canio sudah gagal karena mereka hanya mampu meraih 1 poin di lima laga Premier League yang sudah dijalani oleh klub sejauh ini.
Tampak cukup kontras dengan prestasi yang akan diukur oleh Sam Allardyce. Sang manajer bakal menjalani laga ke-100 nya ketika ia memimpin West Ham menghadapi Cardiff City di babak ketiga ajang Piala Liga di hari Selasa – namun manajer asal Inggris tersebut tidak berpikir bahwa raihan tersebut merupakan sebuah prestasi yang luar biasa. “Ketika itu terkait dengan ‘100 pertandingan, kerja bagus’ maka itu sama sekali tidak mengkhawatirkan bagi saya. Jika itu merupakan pertandingan ke 300 atau 400 maka baguslah, namun 100 pertandingan merupakan pencapaian yang sangat sering terjadi”, ujarnya.

“Pergantian manajer dan pelatih yang terlalu sering dilakukan di kompetisi ini membuat 100 pertandingan merupakan pencapaian yang luar biasa dan itu sebetulnya membuat saya cukup khawatir” “Bagi saya, semuanya sekarang hanya melibatkan rencana jangka pendek saja. Rencana jangka panjang sudah tidak lagi dipertimbangkan karena bagaimana cara kompetisi ini berjalan di dalam tiga musim terakhir” Allardyce kemudian melontarkan kritikan mengenai bagaimana cara Sunderland memperlakukan manajer mereka, di mana manajemen tercatat sudah memecat tiga orang dalam dua tahun terakhir.

“Tampaknya mereka cukup cepat dalam menarik pelatih akhir-akhir ini dengan tiga manajer terakhir mereka, Steve Bruce, Martin O’Neill, dan sekarang Paolo Di Canio”, tambahnya. “Sangat sulit untuk melihat bagaimana logika tidak akan bisa digunakan untuk memikirkan keputusan seperti itu, terutama ketika kepergian manajer juga dibarengi dengan keluarnya sejumlah staff kepelatihan yang lebih sering bekerja di balik layar” “Siapapun yang akan mendapatkan kesempatan untuk melatih klub akan menjalankan pekerjaan berat di tangan mereka. Bukan hanya karena ia harus menangani sejumlah pemain yang sebelumnya tidak ia kenal secara baik, juga para pemain yang tidak mengenal satu sama lain dengan baik”

“Dia juga akan bekerja dengan sejumlah staff yang tidak dikenalnya. Saya mengalami skenario semacam itu ketika saya menangani Blackburn dan itu merupakan pekerjaan terberat yang pernah saya jalani” Di Canio sendiri sempat membawa Sunderland tampil mengesankan melawan Arsenal, meski akhirnya tim kalah dengan skor3-1. Namun akhirnya kesabaran manajemen habis ketika tim kembali menelan kekalahan atas West Brom di lanjutan kompetisi Premier League pekan lalu. Agen Bola