Arsenal Inkonsisten di Pertandingan Besar

Arsenal Inkonsisten di Pertandingan Besar

Arsenal Inkonsisten di Pertandingan Besar

Pemain Wenger Gagal Mengeluarkan Kelasnya dan Pemain Top Sejati Harus Bertanggung Jawab. Untuk memenangkan Premier League, pemain yang benar-benar top – pemain top sesungguhnya – harus memikul tanggung jawab. Arsenal memang sangat menginginkan title liga pertama setelah hampir satu dekade. Mereka terlihat kecewa setelah peluit panjang dibunyikan pada pertandingan melawan Chelsea. Saat mereka dikalahkan dengan permainan menakjubkan oleh tim lawan, seperti ketika dikalahkan City 6-3, mungkin darah mereka bergejolak selama seminggu, dan tujuannya jelas, yakni mendapatkan hasil memuaskan saat melawan Chelsea demi mengembalikan harga diri dan kepercayaan diri mereka. Apalagi sebelum laga melawan Chelsea berlangsung, di akhir pekan sebelumnya, Anfield menyaksikan kegagahan Liverpool saat mempecundangi Cardiff, Suarez adalah kata sandi untuk kemenangan Liverpool dalam sebulan terakhir.

Sementara di Craven Cottage, Manchester City berhasil memutus hasil rentetan hasil buruk yang mereka dapatkan di partai tandang musim ini. Tim top selalu meraih hasil yang memuaskan dan tampil lebih menggila setelah kalah, dan mereka selalu agresif di pertandingan besar. Mari kita ingat masa lalu, saat ada clash antara Keane vs Viera atau Keown vs Nistelrooy, mereka adalah pemain top dan selalu berduel keras dalam perebutan title antara Manchester United melawan Arsenal. Sekarang Arsenal tampak seperti tim yang lupa caranya memenangkan Premier League, padahal the Gunners mendapatkan kesempatan emas dengan pensiunnya Sir Alex Ferguson. Tak perlu kita menambahkan kesedihan di pihak Arsenal dengan menambahkan fakta bahwa Wenger tak pernah memenangkan duel atas Mourinho dalam sepuluh pertemuan terakhir.

Arsenal telah berada di puncak klasemen terlalu lama dan terlalu sakit bagi mereka untuk melihat kesempatan menjuarai Premier League pertama sejak tahun 2004. Musim ini adalah musim terbaik bagi mereka untuk juara. Kita melihat Chelsea bukanlah tim yang sama saat pertama kali Mourinho berada disana. Sementara tengah pekan ini kita akan melihat mental tim Brendan Rodgers saat melawan Manchester City di Etihad. Dengan jadwal seperti itu harusnya Arsenal bisa bangkit lagi untuk merebut posisi puncak – terlepas pada hasil apapun yang dialami Liverpool. Sementara Liverpool harus menghadapi jadwal berat, skuad Arsene Wenger “hanya” akan melawan West Ham dan Newcastle sebelum tahun baru. Mereka harus menjadi tim yang lebih kuat. Arsenal memiliki lini tengah yang bagus dengan adanya Mesut Ozil, Aaron Ramsey atau Tomas Rosicky, tapi mereka butuh seseorang yang dapat mengangkat tim di pertandingan besar.

Tak ada yang meragukan skill mereka bertiga. Tapi dimanakah kehadiran Mesut Ozil pada pertandingan melawan Chelsea? bahkan pada pertandingan melawan Manchester United Ozil baru menghadirkan peluang saat pertandingan menginjak menit ke 68. Dalam pertandingan besar, mereka harus memiliki seseorang yang dapat memenangkan pertandingan. Seorang yang dapat melepaskan umpan sempurna dan memimpin tim, pemain yang beraura seperti Vieira, Henry, atau Keown.