Bola Online Van den Brom Menyerah

Van den Brom Menyerah

Van den Brom Menyerah

Bola Online – Pelatih Anderlecht, John van den Brom, tampak sudah menyerah akan kemungkinan timnya untuk lolos ke babak knock-out di Liga Champions musim ini. Tim asal Belgia itu baru memainkan satu pertandingan, namun itu tampaknya sudah lebih dari cukup untuk sang pelatih menarik kesimpulan yang bisa dibilang cukup ekstrim. Hal ini mengingat kualifikasi grup akan diadakan dengan sistem kandang tandang, yang berarti masih banyak pertandingan yang musti mereka hadapi sebelum hasil klasemen akhir bisa ditentukan. Namun tampaknya setelah kalah dari Benfica 2-0, coach Van den Brom merasa bahwa target untuk mengisi posisi ketiga di klasemen akhir grup sudah lebih dari cukup untuk diri mereka.
Di tempat lain, Olimpiakos musti menerima kenyataan digilas oleh PSG dengan skor 4-1. Menilik pada hasil dua tim yang menghuni grup yang sama dengan mereka tersebut, Anderlecht hanya berharap mereka bisa menghindari posisi juru kunci di klasemen akhir grup. “Sejujurnya, pertandingan sudah berakhir saat babak pertama usai”, ujar Van den Brom dalam sebuah interview yang dilakukan usai timnya kalah dari Benfica. “Olimpiakos kalah 4-1 di kandang sendiri, jadi mereka juga menerima hasil yang kurang menguntungkan, namun melawan tim seperti PSG, saya rasa itu tidak terlalu buruk” “Kami tetap memiliki harapan dan ingin melihat sejauh mana kami akan bertahan di kompetisi kali ini namun kami sudah kalah di pertandingan pertama. Pertandingan melawan Olimpiakos akan menjadi laga yang krusial untuk melihat apakah kami setidaknya bisa mengamankan posisi ketiga”

Gol di menit ke-4 yang dicetak oleh Filip Djuciric membuat Benfica unggul terlebih dahulu, sebelum akhirnya Luisao mencetak gol untuk menggandakan keunggulan dari tim tuan rumah setelah pertandingan berjalan tepat setengah jam. Djuciric mampu mencetak gol setelah penjaga gawang Anderlecht,Silvio Proto, tidak mampu menangkap dengan sempurna tendangan yang sebenarnya mengarah lurus ke pelukan dari kiper asal Belgia tersebut. Van den Brom menyebutkan bahwa gol pembuka itu layaknya seperti sebuah pukulan ‘uppercut’ untuk timnya. Ia pun tidak ragu untuk menyalahkan penjaga gawang itu atas terjadinya gol pertama tersebut.

“Anda bisa bermain seperti yang ada mau namun situasi akan menjadi sulit ketika anda sudah melakukan kesalahan yang buruk di empat menit pertandingan berjalan”, ujar Van den Brom. “Jika itu merupakan sebuah gol yang fantastis, maka anda akan bisa hidup dan melanjutkan pertandingan dengan baik” “Namun jika anda tertinggal lebih awal setelah kesalahan individual seperti yang dilakukan oleh Silvio – yang menjatuhkan bola, yang kemdian memantul ke tanah – kemudian anda melihat Benfica, yang sudah mengantisipasi hal seperti itu, tidak menunggu lama untuk mengirimkan uppercut dan itulah gol yang ikut menentukan kesimpulan dari pertandingan kali ini”

“Namun ini bukan berarti bahwa anda sudah kalah di dalam pertandingan karena hal itu, namun sudah jelas itu membuat kami semakin sulit untuk menjalani permainan” “Kemudian anda melihat bahwa gol kedua terjadi begitu cepat dan anda tahu akan menjadi sangat sulit untuk bisa bangkit dari pertandingan seperti itu” Bola Online