Bursa Transfer Dampak Isu Transfer Rooney, Bale dan Suarez

Dampak Isu Transfer Rooney, Bale dan Suarez

Dampak Isu Transfer Rooney, Bale dan Suarez

Bursa Transfer – Tiga pemain dengan talenta terbaik di Premier League saat ini berpeluang untuk hijrah dari tim mereka saat ini. Pemain yang sudah banjir penghargaan individu dan secara kelas dunia sudah di ketahui, Wayne Rooney, Gareth Bale dan Luis Suarez telah melejitkan bursa transfer Premier League, dan ditakutkan akan menghilangkan pamor Premier League.

Bale telah membawa Tottenham Hotspur ke tempat saat ini setelah musim lalu kehilangan Luka Modrid dan Rafael Van Der Vaart, Suarez juga menunjukan permainan yang sama di Liverpool ketika terlihat menjadi satu-satunya pemain yang tampil “habis-habisan” di lapangan. Rooney yang kehilangan posisi utamanya di depan, namun secara permainan, masih bisa memberikan kontribusi terlepas dari bayang-bayang rekrutan fenomenal, Robin Van Persie, yang pada musim pertamanya di Manchester United, berhasil membawa tim merengkuh gelar ke-20.

Ketiganya sama-sama dalam kondisi sedang tidak senang. Rooney mengungkapkan ketidaksenangan dua kali dalam tiga musim terakhir, dan dikabarkan tidak bersedia untuk bermain di bawah David Moyes, yang kini menjadi manajer menggantikan Sir Alex Ferguson yang memutuskan pensiun. Bale berusaha untuk meningkatkan potensinya meraih “titel” dengan menyatakan minatnya untuk bergabung dengan Real Madrid, begitupun Suarez mengklaim bahwa media Inggris berusaha untuk menendangnya keluar Inggris, namun dikabarkan tetap bersedia pindah ke klub Inggris lainnya.

Meskipun ketiganya kerap diberitakan memiliki keinginan kuat, namun masih ada kesempatan untuk mereka tetap tinggal. Apabila ketiganya memilih demikian, menarik untuk melihat bagaimana fans menyikapi isu tersebut. Yang uniknya, ketiga fans tim tersebut sering dihadapkan pada situasi, “pemain bintang ingin hijrah”.

Tahun 2011, Chelsea membukukan rekor transfer Premier League ketika mendatangkan Fernando Torres dari Liverpool dengan mahar 50 juta poundsterling. Kelanjutan setelah itu, fans Liverpool berbondong-bondong membakar jersey dengan nama Torres, mencercanya ketika ia kembali ke stadion itu, dan seolah ingin menghapus “El Nino” dari sejarah klub. Tapi akankah mereka akan kembali melakukan hal serupa pada Suarez? Yang bahkan hal tersebut bisa di dukung oleh tingkah sang pemain yang kerap kali melakukan tindakan kontroversial di atas lapangan.

Kasus Rooney ingin pindah bukanlah sesuatu yang baru bagi United, yang setelah setuju untuk menandatangani perpanjangan kontrak dua tahun silam, menjadikannya pemain dengan bayaran termahal bagi klub asal kota Manchester tersebut. Rooney yang sempat di cela, membuktikan melalui gol indahnya pada Derby Manchester, di Old Trafford, 2011 silam, dimana gol yang dicetak melalui bycycle kick tersebut menjadi simbol bagi Rooney bahwa ia membuktikan diri kepada fans.

Bagaimanapun, situasi saat ini mengindikasikan bahwa Rooney, tidak ingin kehilangan nilai kebintangannya di hadapan Robin Van Persie, dan meninggalkan klub dengan sebuah pilihan. Ditambah komentar Moyes yang meninggalkan tanda tanya besar, ketika Rooney bisa saja masuk menjadi pemain “penting” ketika Robin Van Persie dihadapkan pada situasi cedera. Tentu untuk pemain sebesar Rooney, hal tersebut tidak dapat diterima. Satu yang jelas apabila Rooney, memutuskan pindah ke klub Inggris lainnya, kembali ke Old Trafford dengan seragam yang berbeda, bisa menjadi mimpi buruk baginya, seperti yang kerap ia alami di Goodison Park, kandang dari Everton.

Lalu ada pemain paling brilian di Premier League saat ini, Gareth Bale. Beberapa fans sudah meyakini bahwa pria asal Wales tersebut akan hengkang, tetapi apabila klub bisa meyakinkan Bale untuk bertahan, sudah dipastikan setiap pertandingan home musim depan, pentonton akan menyeruakan nama Bale lebih keras dari sebelumnya. Meskipun isu Gareth Bale masih menjadi tanda tanya untuk musim depan, hanya tinggal menunggu waktu melihat Bale pindah ke tim lain. Satu hal yang pasti, meskipun ada salah satu dari ketiga pemain tersebut meninggalkan Premier League musim panas ini, bisa meninggalkan catatan buruk bagi Premier League. Musim lalu tercatat sebagai periode terburuk bagi tim Inggris di Champions League semenjak 1995/1996, dan sepertinya akan berlanjut apabila tim-tim asal Inggris kerap menjual bintangnya ke luar daratan Inggris.Bursa Transfer