Josip Simunic Dilarang Tampil 10 Laga

Josip Simunic Dilarang Tampil 10 Laga

Josip Simunic Dilarang Tampil 10 Laga

Badan sepakbola tertinggi di dunia FIFA menjatuhi sanksi berat kepada Josip Simunic. Bek andalan tim nasional Kroasia itu sekaligus harus melupakan kancah Piala Dunia 2014 mendatang, setelah hukuman 10 laga akan dijalani olehnya mulai perhelatan di Brasil. Tentu saja hal ini menyesakkan bagi kubu Kroasia, mengingat hukuman itu juga melarang Simunic untuk menginjakkan kaki di stadion untuk menyaksikan sejumlah pertandingan lainnya yang dimainkan oleh Kroasia dalam kurun 10 laga ke depan. Simunic juga diharuskan untuk membayar denda sebesar 20,700 pound. Tentu saja hukuman ini sekaligus bisa menghambat karir internasional bagi Simunic, yang kini telah berusia 35 tahun dan bukan tidak mungkin akan mengambil sikap untuk pensiun membela tim nasional.

Berawal dari sebuah insiden saat Kroasia memainkan laga hidup dan mati di ajang play-off kualifikasi Piala Dunia 2014 melawan tim nasional Islandia di Zagreb pada 19 November, yang memenangkan meloloskan mereka dengan skor 2-0 dan meraih tiket ke Brasil, bersama tiga negara lainnya. Kapten Dinamo Zagreb itu tertangkap video kamera sambil menggunakan mikrofon untuk memimpin sebuah nyanyian yang konon masih ada kaitannya dengan mantan rezim pro-Nazi Ustase Kroasia. Menurut juru bicara FIFA dalam sebuah pernyataan mengatakan: “Pihak komite telah mencatat aksi sang pemain, secara bersaman dengan kerumunan pendukung, berseru dengan memberikan hormat ala Kroasia yang digunakan pada Perang Dunia II oleh gerakan fasis Ustase.

“Sebagai konsekuensi yang harus diambil olehnya dan juga Kroasia, pihak komite sepakat bahwa gerakan itu sekaligus dianggap merupakan diskriminasi dan menyinggung martabat sekelompok orang mengenai antara lain, ras, suku, agama atau daerah tertentu, yang jelas tertulis dalam pasal 58.  Poin 1.a. berkenaan dengan kode disiplin FIFA. “Setelah mengambil semua tindakan itu dalam suatu kesimpulan, dan terutama mengingat dampak dari suatu insiden itu cukup berat, maka pihak komite memutuskan untuk menjatuhkan sanksi 10 pertandingan resmi.” Setelah pihak komisi disiplin dibuka terhadap Simunic pada 22 November, kubu Dinamo mengeluarkan pernyatan dan menolak segala bentuk dan upaya dari pemainnya itu dalam sebuah pernyataan yang berbau politis, namun menegaskan kalau Simunic menggunakan kalimat: ‘Untuk tanah air’. Kemudian pendukung Kroasia membalasnya dengan ‘Siap’.

 Pemain berusia 35 tahun, yang merupakan kelahiran dan tumbuh besar di Australia, juga mengungkapkan pada waktu yang sama kalau dirinya sangat terkejut telah dituduh melakukan diskriminasi. “Pemikiran bahwa ada beberapa pihak yang mengaitkan saya dengan segala macam bentuk diskriminasi, kebencian atau kekerasan, benar-benar membuat saya khawatir,” ungkap Simunic, yang menanggapi hal tersebut melalui situs resmi klub. “Jika ada yang memahami teriakan saya berbeda, atau berbau nada negatif, saya di sini ingin meluruskan kalau hal itu tidak benar dan sama sekali tidak mengandung konteks politik. “Mereka memberikan saya kekuatan secara eksklusif dengan rasa cinta untuk orang-orang saya dan tanah air kecintaan saya, dan bukan justru mengandung kebencian atau pemusnahan.”