Taruhan Bola Legenda Calcio Roberto Mancini

Legenda Calcio Roberto Mancini

Legenda Calcio Roberto Mancini

Taruhan Bola – Mancini lalu kembali ke bekas klubnya Lazio sebagai pelatih di mana dia sekali lagi menjuarai Coppa Italia dan mencapai semifinal Piala UEFA. Dia berhasil membawa klub dari kota Roma itu ke sepakbola Eropa, meskipun sekali lagi keadaan memaksanya menjual para pemain topnya seperti Hernan Crespo dan Alessandro Nesta.

Dia dengan cepat pun menjadi pelatih Italia paling diburu di dunia sepakbola. Dan tidak mengejutkan bahwa dia diumumkan sebagai pelatih baru Inter Milan sebelum permulaan musim 2004/05. Inter besutannya mendominasi sepakbola Italia dengan merebut tiga gelar juara Serie A, dua piala Coppa Italia dan Super Coppa Italia. Musim 2006/2007 patut digarisbawahi, di mana Inter berhasil memenangkan Serie A dengan hanya kalah satu pertandingan, memenangkan 17 pertandingan berturut-turut dan mengakhiri musim dengan 97 poin. Namun kegagalan Mancini di ajang Eropa membuatnya kehilangan pekerjaannya. Dia tidak mampu menunjukkan dominasi mereka di level domestik di Liga Champions. Inter di bawah Mancini tidak berhasil melewati fase Perdelapan Final.

Pelatih Italia ini pun menghabiskan 18 bulan di luar dunia sepakbola setelah dipecat oleh Inter pada bulan mei 2008 sebelum dia dikontrak sebagai pelatih di Manchester City. Klub Inggris ini saat itu baru saja diambil alih oleh investor kaya Sheikh Mansour bin Zayed Al Nahyan. Proyek baru pun dimulai, untuk membuat City menjadi klub terbaik di sepakbola Inggris dan Mancini dipilih untuk mencapai ambisi besar itu. Mancini dibekali banyak uang untuk dihabiskan dan membentuk skuad dengan pemain-pemain berkualitas seperti David Silva dan Yaya Toure. Pelatih Italia ini pun mengakhiri penantian City akan trofi mayor selama 35 tahun dengan memeanangkan Piala FA pada tahun 2011.

Musim berikutnya Mancini menghabiskan lebih banyak lagi uang, memecahkan rekor transfer fee City dengan memboyong Sergio Aguero ke Stadion Etihad.  Secara dramatis, di matchday terakhir musim itu City berhasil memenangkan gelar Liga Ingris dengan mencetak dua gol di masa injury time untuk membatalkan perayaan rival sekota mereka Manchester United. Pada musim 2012/13 tim asuhan Mancini tidak berhasil mempertahankan gelar juara mereka, namun berhasil mencapai final Piala FA sebelum akhirnya kalah dari Wigan. Mancini menjadi kesayangan para fans City karena sikapnya yang sopan dan tenang terhadap media dan penampilannya yang terkenal fashionable dengan berdiri di sisi lapangan mengenakan scarf biru putih. Namun sekali lagi kegagalan Mancini di level Eropa terbukti krusial bagi kelanjutan karirnya. Dalam dua musim berturut-turut City gagal lolos dari fase grup Liga Champions. Dia juga mengalami tekanan karena beberapa konflik dengan pemain utama seperti Mario Balotelli dan Carlos Tevez.

Mancini pun diberhentikan dari tugasnya beberapa hari setelah kekalahan City di final Piala FA. Meskipun beberapa kali dihubungkan dengan klub-klub top Eropa segera setelahnya, Mancini sepertinya akan mengambil jeda dulu dari dunia sepakbola sebelum kembali menambah deretan 25 trofi yang telah dimenangkannya sebagai pemain dan pelatih. “Aku tidak pernah berubah. Aku memiliki mentalitas yang sama dari sejak aku bermain bersama teman-temanku di sekolah. Aku selalu ingin menang. Aku hanya ingin menang. Aku tidak suka ikut serta dalam sesuatu dan tidak menjadi yang pertama.”, Mancini pernah berkata. Mentalitas ini, yang sering diluapkannya, bersama dengan kemampuan alaminya, membuat Mancini memiliki status luar biasa di sepakbola Italia. Taruhan Bola